Menengok Kota di Inggris yang Ramah Terhadap Anak

taman bermain di princess park liverpool

Oleh Yaman Suryaman

Kandidat Doktor,  University of Liverpool Management School

Konsentrasi :Organisational Behaviour

 

 

Blog,klikdesa.com mendapat kejutan kiriman artikel dari sahabat lama yang sedang belajar di Liverpool Ingris.  Beliau salah satu tokoh yang sangat konsen pada pelayanan publik,  selain pekerja keras dan gigih, beliau juga adalah seorang Bapak yang sangat mencintai anak-anaknya. Langsung saja kita simak saja ulasannya berikut ini:

 

Masa kanak-kanak adalah suatu masa dimana aktifitas bermain merupakan hal yang identik dengan kegiatan mereka. Bermain tidak hanya sekedar mencari kesenangan dalam kehidupan mereka tetapi banyak hal yang akan menjadi pelajaran untuk masa depan mereka. Misalnya, bermain bersama teman-teman sebayanya mendidik mereka untuk saling menghargai, toleransi, kerjasama, dan kreatifitas. Banyak hal positif yang bisa mereka ambil ketika bermain.

 

Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk menunjang atau jembatan dalam meningkatkan kualitas mereka dalam bermain?. Tentunya banyak hal yang bisa kita lakukan untuk memfasilitasi kreatifitas dan aktifitas bermain anak-anak yang lebih edukatif dan mengarahkan ke hal-hal positif.

 

Salah satunya adalah lahan yang disediakan untuk bermain yaitu berupa lapangan dan taman bermain. Taman bermain dan lapangan merupakan infrastruktur yang sangat diperlukan bagi anak-anak. Di tempat ini mereka bisa melakukan interaksi sosial dengan teman sebayanya.

 

Negara-negara maju sudah lama memperhatikan akan hal ini. Contohnya negara Inggris, Hampir di tiap blok perumahan ( setara Rukun Tetangga di Indonesia) memiliki taman (park) sendiri. Taman ini menyediakan fasilitas seperti lapangan untuk anak bermain bola atau sekedar untuk makan-makan bersama keluarga dan juga terdapat arena bermain anak-anak. Padahal kota-kota di Ingris bisa dikatakan padat tetapi keberadaan taman di tiap blok merupakan hal yang wajib disediakan.

 

Lain halnya dengan kota-kota yang ada di Indonesia. Hampir sulit menemukan lapangan untuk arena bermain di tiap rukun tetangga ataupun perumahan-perumahan. Arena bermain bagi anak-anak menjadi barang mahal. Mereka harus pergi ke mal-mal atau arena bermain dan mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk tiket masuknya. Itupun jika orang tua mereka berpenghasilan cukup. Anak-anak kesulitan untuk menemukan lapangan untuk sekedar bermain bola yang merupakan permainan favorit anak laki-laki. Bermain bola mereka lakukan di jalan-jalan perumahan ataupun di gang-gang perkampungan. Tentu saja hal ini beresiko. Bola bisa kena kaca rumah, jika jatuh pun mereka beresiko terluka karena jalanan terbuat dari beton, aspal, maupun pavin block. Lebih parah lagi mereka bisa tertabrak karena pengendara motor yang ugal-ugalan di jalanan perumahan maupun di gang-gang.

 

Taman bermain di liverpool

Taman bermain di liverpool

 

Kebijakan pemerintah untuk perumahan seperti 40 persen untuk fasilitas umum dan fasilitas social kebanyakan hanya di atas kertas. Jika hal itu direalisasikan pun hanya sedikit pengembang perumahan yang memikirkan taman bermain bagi anak. Pengembang perumahan kebanyakan hanya membuat taman-taman yang terdiri dari tanaman yang tidak diperuntukan untuk anak-anak bermain. Alasan mereka sederhana, membuat taman untuk bermain anak-anak tentunya lebih mahal jika disbanding hanya menanam rumput dan pohon-pohonan.

 

Tentu saja peran pemerintah sangat penting dalam kebijakan ini. Misalnya, mewajibkan bagi pengembang untuk membangun taman bermain anak dan lapangan dalam setiap lokasi perumahan. Dari kebijakan ini tentunya akan menghasilkan generasi yang sehat. Anak-anak yang lebih sehat dan kuat. Mereka tentunya akan banyak beraktifitas yang memerlukan fisik mereka dan berinteraksi langsung dengan teman-temannya. Jangan salahkan mereka jika mereka lebih senang bermain dengan gadget seperti handpone.

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *