Mengenang Keseruan Berkunjung ke Pulau Bawean (Bagian 2)

Bawean Sore Hari

Aa Subandoyo / klikdesa.com

Setelah semalaman berada di atas dek kapal louser dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke Pulau Bawean.  Pagi hari nampak terlihat pulau bawean dari kejauhan yang semakin lama semakin dekat.  Laut mendekati pantai semakin tenang, cahaya matahari dipantulkan oleh dasar laut yang dangkal sangat indah, apalagi kejernihan air laut tanpa polusi  dan terumbu karang menghadirkan pemandangan laut yang eksotik berwarna biru kehijauan.  Lega rasanya kapal semakin  mendekati Pulau Bawean.  Sekitar pukul  7.15 kapal merapat di dermaga.  Jangkar pun sudah diturunkan, para penumpang turun satu-satu menggunakan tangga yang dikaikkan ke dermaga kecil.

Saat kapal besar sandar di dermaga kecil yang menjorok jauh ke luat, jalan dermaga bukan diuruk tetapi menggunakan tiang dengan berkontruksi kolom-kolom beton.  Namun kuat untuk beban kendaran kecil dan kapal kecil,  tiba-tiba ombak menghantam badan kapal kapal besar itu bergoyang dan menarik dermaga. Dermaga bergoyang hebat karena ketarik sama kapal yang bergoyang, para penumpang yang sudah turun sangat panik daan berlarian menyelamatkan diri takut dermaga kecil itu rubuh. Kita para penumpang sepakat berlari ke arah darat dengan jarak lumayan jauh.  Untung dermaga tidak sampai rubuh dan penumpang bergerak meninggalkan kapal menuju darat yang sekitar  200 meter.

Akhirnya kaki ini menginjak juga pulau cantik di tengah Laut Jawa.  Suasana hati senang dan juga terasa tiba-tiba “sepi” ketika menyadari bahwa kita berada benar-benar sangat terpencil, jauh dari Pulau Jawa dan juga Pulau Kalimantan.  Pulau Bawean secara geografis benar-benar pulau penyendiri,  kehidupan yang sangat berjarak dengan hiruk pikuk kehidupan kota, dimana semua orang relatif saling kenal dengan teramat baik.  Bagi para tamu, walaupun bawean berada di pulau terpencil, tidak perlu khawatir dengan penginapan, penginapan tersedia persis di bibir pantai, bila penuh kita bisa cari hotel lain yang jumlahnya cukup banyak. Oh ya di bawean di penginapan sangat murah dan kita dijamu banyak goreng-gorengan layaknya tamu rumah biasa, yang dapat kita nikmati secara gratis.

Walau  hanya tiga  hari berada di Bawean kami mendapatkan banyak hal menyenangkan, penduduk yang ramah dengan dialek khas bawean, pulau yang bersih, mesjid mesjid besar dalam jumlah banyak, pom bensin mini ditulis dengan kata “pertaminu” bukan “pertamini” madrasah ibtidaiyah juga disebut MINU (madrasah ibtidiayah NU).  Ada beberapa hal selalu dikenang di pulau ini, antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Dominasi pekerja migran

Lelaki dewasa bawean banyak yang merantau, tidak tanggung-tanggung sebagian mereka merantau di Malaysia.  Migran ke malaysia sudah berlangsung sejak lama, perbincangan klikdesa.com dengan warga mendapatkan informasi bahwa  kakek dan nenek mereka sudah dulu banyak yagn menjadi haji, dan sejak kakek mereka pula banyak warga yang perlu merantau dan bahkan ada yang menetap di luar negeri.  Sebagian besar tokoh pulau ini sudah pernah ke luar negeri, selain itu banyak warga Bawean yang punya properti di Malaysia.  Diantara tokoh  Bawean ada  yang tetap berada di luar negeri, sukses  dan kaya raya, tetapi mereka masih mempunyai keterikatan emosional, kultural dengan keluarga dengan warga sekitar.

  1. Religius

Akan dengan sangat mudah ditemuai mesjid-mesjid besar dengan konstruksi besar dan bagus.  Warga sangat menghargai ulama, sangat menghormati bangunan mesjid untuk dibuat sebagus mungkin, walaupun di tengah lautan, dan bahan bangunan susah, tetapi mesjid di pulau ini sangat bagus bagus.

  1. Sangat aman tak Ada Pencuri Motor

Tidak ada pencurian kendaraan bermotor sepanjang sejarah pulau Bawean. Dimanapun di Pulau Bawean akan ditemui motor-motor diparkir dengan kunci masih tergantung, tak ada kekhawatiran motor dicuri, tak perlu dikunci, apalagi dikunci ganda, siapa yang akan mencuri? Mencuri disini selain berdosa juga bodoh, karena tidak bisa kabur, satu satunya akses kabur ya menggunakan kapal, itupun sehari sekali, jika tidak ada gelombang tinggi..hehehe

  1. Jalan paving blok

Beruntung keliling pulau bawean sudah terkoneksi dengan jalan raya.   Tidak perlu lama untuk berkeliling pulau bawean, jarak keliling jalannya hanya 50 Kilometer, dengan jalan tidak terlalu buru-buru menggunakan mobil dalam dua jam kita akan selesai berkeliling pulau.  Jalan mayoritas menggunakan paving blok disusun rapih, jalan ini sangat ramah lingkungan.  Jika beruntung selama dalam perjalanan kita dapat ketemu moyet berukuran besar, bergelantungan sebelum di dekat Kecamatan Tambak.

  1. Mudah mengumpulkan aparat desa pada hari libur

Bawean termasuk ke dalam Kabupaten Gresik terdiri dari 2 kecamatan dan 30 desa.  Kecamatan Sangkapura terdiri dari 17 desa dan Kecamatan Tambak 13 desa.  Aparatur desa di sini sangat menghargai tamu, sehingga jika kita datang akan mengadakan sosialisasi aplikasi desa pada hari sabtu atau minggu sekalipun mereka tetap bisa datang, mereka menyadari bahwa tinggal di pulau, sehingga mereka yang harus menyesuaikan dengan tamu.

 

  1. Dijamu dengan Makanan Tradisional

Satu hal yang sangat saya nikmati di bawean adalah kelapa muda dicampur gula merah, makanan tradisional dari hasil perkebunan, dan tentu saja dimanapun di daerah pantai adalah seafood.  Semua tersedia di pulau kecil ini, hasil pantai dan hasil gunung, bahkan konon rusa bawean juga ada, bertahan hidup di hutan, hanya saja saya tidak sempat mengadakan penelusuran lebih jauh mengenai keberadaan rusa bawean, tetapi dari beberapa sumber diketahui bahwa rusa bawean masih ada, dan masyarakat sepakat untuk menjaganya.

  1. Snorkeling

Sebenarnya ada spot snorkeling yang bagus, sayang saya waktunya terbatas, hanya tiga hari berada di bawean itupun waktu habis untuk melakukan diskusi aplikasi desa dengan dua kecamatan di kecamatan tambak dan kecamatan sangkapura itupun menghabiskan waktu sampai malam hari.  Walupun tidak sempat saya sempat berharap suatu waktu masih bisa datang lagi ke Bawean untuk menikmati pemandangan bawah lautnya.

  1. Pelangi yang Sempurna

Saat pulang dari kantor kecamatan tambak mau pulang ke hotel atau lebih tepatnya penginapan ada moment yang sangat menarik, dimana di depan mata terbentang pelangi yang sempurna.  Seumur hidup saya belum pernah melihat pelangi persis 180 derajat melengkung sempurna di depan mata.  Ujung-ujungnya terlihat membentuk setengah lingkaran dengan backgroun hutan bawean.  Beberapa kali berusaha mengambil gambar sambil melaju di atas kendaraan, sayang sekali kamera hape tidak mempunyai lensa wide, sehingga tidak pernah berhasil mengambil gambar keseluruhannya.

Itulah pelangi terindah dalam hidup saya, pelangi di bawean.

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *