Modus-Modus Korupsi di Indonesia (2)

korupsi mendarah daging

Oleh Aa Subandoyo / klikdesa.com

 

Para pejuang korupsi merupakan manusia dengan kreatifitas tinggi walau sayang karena tidak digunakan untuk hal positif, mari kita lihat beberapa modus lain yang bisa disampaikan, terutama dalam kaitannya dengan korupsi di Indonesia.

  1. Modus fee

Modus fee bentuk paling sederhana, fee dari pengusaha atas kesempatan mendapatkan pekerjaan. Atau fee kepada pengelola suatau kawasan karena boleh berjualan. Fee di tempat wisata, fee pedagang kaki lima kepada para petugas. Salah seorang kawan pedagang besar di tanah abang bercerita bahwa fee pedagang liar di tanah abang dulu katanya bisa milyaran rupiah per bulan.

  1. Modus Tukar Guling

Modus tukar guling ini sering diawali dengan rencana pengusaha terhadap daerah strategis yang dimiliki oleh pemerintah, modus ini juga dilengkapi dengan modus mark up terhadap harga tanah yang akan menjadi pengganti.  Atau seperti di salah satu kabupaten di jabar yang kemudian menjadi masalah, dimana banyak PNS berperan sebagai spekulan tanah 

  1. Modus mark up

Modus paling klasik, tetapi modus mark up kurang popular di jaman ini, karena banyak hal terkait harga sudah sangat open di internet.  Mark up mudah dideteksi apalagi kalau yang di mark up bahan industri, bahan elektronik, atau kendaraan yang siapapun dapat akses harga resminya.  Mark up dilakukan untuk penentuan harga satuan di kawasan spesifik, sehingga memungkinkan para pembuat “mark up” aman dari kejaran petugas pemeriksa. 

  1. Modus memproyekan usaha sendiri

Misalnya seorang pemilik lahan sawah luas, dekat dengan sungai besar, biar sawahnya aman dia kemudian “membeli proyek” agar proyek turun ke lokasi sawahnya sendiri, dikerjakan sama dia agar dapat untung, jadi untungnya dua, pertama sawahnya jadi harganya mahal karena telah dikasih tembok, yang kedua untuk dari pelaksanaan proyek. 

  1. Modus Hibah Kepada Kawan Sendiri

Metode ini juga sangat umum, dimana penerima hibah diusahakan adalah kawan sendiri sehingga bisa diajak “diskusi” sebelumnya, di banyak diskusi di warung kopi ada bahkan yang istilahnya “bagidu” penerima hibah hanya menerima 50% saja karena dibagi dua, dengan yang mengurus,  tapi pertanggungjawaban tetap 100 % 

 

Stt Ini Bukan Korupsi

Stt Ini Bukan Korupsi

  1. Modus Cari Setoran dari Mutasi Pejabat

Modus ini bisa dilakukan oleh pejabat nomor satu, bisa pejabat no 2 bisa pejabat no 3 bisa juga oleh calo jabatan, atau teman calo jabatan.  Bukan rahasia umum kalau calo berkeliaran menawarkan jabatan, atau sekaligus “mengancam” digeser dari jabatan.  Yang berhasil naik jabatan biasanya bayar ke penguasa juga kepada calonya.  Sering kita mendengar harga eselon 2, eselon 3 atau jabatan eselon 2 basah dan eselon 2 kering. 

  1. Modus Kuncian Spesifikasi

Ada pejabat yang berwenang menentukan spesifikasi barang yang harus diadakan untuk kepentingan pendidikan. Misalnya alat peraga IPA  terbuat dari besi ukuran sekian, gelas tempre dimensi sekian, diameter sekian, sangat detail sehingga mengarah pada produk tertentu dan mematikan produksi lokal.  Misalnya alat peraga biologi tetap harus taat kepada spesifikasi pusat, sekalipun sekolah tersebut terletak di pinggiran hutan yang tidak perlu alat peraga, karena mereka belajar langsung di alam. 

  1. Modus pungli

Modus pungli sering kita alami sendiri kalau lupa bawa SIM, apalagi kalau lupa bawa STNK, sudah kena deh kalau pas ada razia.  Tapi herannya saat ini banyak cita-cita ibu-ibu yang pengen anaknya berprofesi sebagai petugas yang suka memutuskan untuk pungli saat nilang.

Itulah beberapa modus korupsi di Indonesia, tentu banyak teknik, pendekatan, strategis, teknis bagi-bagi, dan teknis pengamanan yang juga variatif.  Korupsi memang musuh kita musuh paling berat, mengapa berat karena diam-diam kita cintai korupsi, sehingga memerangi korupsi sesungguhnya adalah memerangi rasa cinta dan bangga kita, seperti bangganya kita pada saudara kita yang menjadi pejabat dan kaya raya!

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *