Revolusi Desa

salah satu kantor desa di Papua

Kiriman dari Deni Sahay (kontributor tulisan)

Ya, Desa harus berevolusi

Bukan evolusi yang menstigmakan ketidakmampuan desa

Bukan pula reformasi yang mencap ketidakberdayaan desa

Ya harus revolusi, karena memang desa akan bisa

Dan tentu saja akan banyak yang teriak sinis, nyinyir, pesimis bahkan antipati

Ya begitulah memang sikap kaum status quo terhadap gerakan perubahan

Desa itu harus selalu berada dalam stigma ndeso, kampungan, norak, tertinggal, kamseupay..bla..bla..bla… jadi biarkan saja jangan ada gagasan apapun tentang perubahan desa

Kalau ada muncul gagasan atau kebijakan tentang perubahan desa, mereka katakan: masyarakat desa itu belum siap.. jadi lakukan bertahap saja, pelan-pelan saja, evolusi saja, kalau agak cepat sedikit ya biarkan bereformasi.

Jangan dengarkan mereka wahai para pegiat perubahan

Saatnya kita bergerak cepat untuk merevolusi desa

Apa yang harus direvolusi?

Sistem pemerintahannya, sistem pelayanan masyarakatknya, model pemberdayaan masyarakatnya, sistem pembangunannya, sistem pengawasannya, mental para pegiat desa,..bla..bla..bla… banyak hal, karena sesungguhnya kita lagi membangun desa dari Indonesia

Ya, atas nama tanah air Indonesia kita membangun desa

Atas nama nasionalisme kita bangun desa

Atas nama patriotisme kita bangun desa

Atas nama komitmen kebhinekaan kita bangun desa

Atas nama jiwa bangsa Indonesia kita bangun desa

Atas nama kemerdekaan kita membangun desa

Sudah saatnya desa merdeka dari stigma-stigma negatif yang sudah melekat berpuluh-puluh tahun secara kultural, sosiologis dan politik

Sudah saatnya kita bergerak cepat untuk melakukan revolusi desa

Sudah saatnya masyarakat desa merasakan kesejatian kemerdekaan dalam bingkai republik desa Indonesia.

Terimakasih pakde

Yang sudah melakukan perubahan arah pembangunan Indonesia dalam jargon Desa Membangun Indonesia, yang diimplementasikan dengan gelontoran dana desa yang cukup besar setiap tahunnya.. Ini Prakondisi untuk perubahan desa Pakde

Yang harus diteruskan oleh gerakan revolusi desa oleh para pegiat desa

Dan saatnya kini wahai para pegiat desa, para pegiat perubahan

Kita segera bergerak cepat untuk melakukan revolusi desa

 

Ah masih abstrak gagasan revolusi desa ini…

Ya memang abstrak, maka konkretkanlah segera kawan-kawan.

Mari berkolaborasi bukan berkonfrontasi.

 

Keterangan : Deni Sahay, adalah pengamat sosial dan politik alumni pascasarjana Uniga, tinggal di Karawang

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *