Bisnis Hoak dan Ujaran Kebencian itu Biadab

IMG-20170825-WA0001

Dalam dunia online kita sedang disajikan berita tentang ditangkapnya jaringan pebisnis hoax (berita bohong) dan haters (kebencian) dalam jaringan Saracen. Profesi penyebar hoax dan haters menjadi pilihan yang lebih instant mendapatkan uang dibandingkan dengan profesi presenter, arsitektur, event organizer. Para penggiat hoax dan haters nampak seperti membela kebenaran, padahal contennya bukan saja sampah virtual tetapi juga racun virtual. Banyak pihak bekerja keras dan sangat serius membangun brand dan konten sebuah web seperti portal berita besar kumparan.com atau website yang bergerak dalam wisata seperti hoteldiindonesia.net mereka yang bergerak di hoax sangat simple usahanya, para penggiat ujaran kebencian “hoax.com, benci.net, bencibanget.org” modalnya cukup pengetahun tentang dunia online, modal pikiran negatif, koneksi internet, keserakahan, hati yang busuk, kreatifitas merusak, dan memilik level kejam yang parah!

Jika pembunuhan yang kita sepakati sebagai perbuatan sadis merusak badan, maka hoax merusak harga diri, kehormatan, pengalaman, etos kerja, dan moral yang diserangnya. Jika fitnah manual hanya bisa berdampak pada dua tiga orang maka hoax era sekarang sudah berdampak secara luas dizagat raya. Hoax dan haters mempunyai daya rusak seperti bom atom, bahkan lebih karena daya rusaknya bukan hanya satukota, tetapi bahkan ke seluruh dunia. Berikut ini kekejaman para pendusta dan para penggiat hoax juga ujaran kebencian:
Merusak pola pikir masyarakat (yang sudah susah dibangun melalui institusi pendidikan) berharga mahal (20% APBN) dari pola pikir mendalam dan sistemik menjadi pola pikir parsial, dangkal, stigmatik, dan instan, dengan daya rusak jutaan orang.
Merusak mental bersaing sehat, mengubur karakter baik, menegasi moral, dan membuat kesenangan baru, namanya kesenangan menghina, kesenangan membuli, kecanduan konflik sesama anak bangsa, juga dengan daya rusak jutaan orang tersebar di seluruh dunia
Jika bom atom dapat menimbulkan mutasi gen, demikian juga dengan hoax dan ujaran kebencian telah berhasil memutasi “gen pemikiran dan perasaan juga gen kebudayaan”. Kita lihat manusia-manusia aneh yang kena dampak mutasi gen hoax dan haters online. Jika mutasi gen menyerang terbatas pada embrio atau zygot sehingga melahirkan manusia cacat yang menyedihkan. Maka haters dan hoax melahirkan kecatatan fikiran dan mental bukan terbatas pada anak-anak, meluas pada remaja, pada kalangan orang tua dan bahkan para para tokoh bijaksana yang tiba-tiba kita dengan ujarannya juga penuh kebencian.
Serangan bom Atom akan melahirkan soladaritas luar biasa, menyatukan energi kolektif bangsa, lihat bagaimana wacana perang nuklir antara Amerika dan Korea Utara telah menimbulkan konsolidasi antar dua negara. Ancaman bencana dan perang menyatukan bangsa, tapi hoak dan haters memisahkan suami istri yang harmoni, dua sahabat sekolah, anak dengan orang tuanya, anak bangsa satu dengan anak bangsa lainnya.
Ternyata haters dan hoax yang terungkap dari jaringan saracen oleh Polisi volumenya banyak sekali, bahkan 800 ribu situs dalam satu jaringan, kita tentu berkeyakinan bahwa masih ada jaringan lain selain saracen yang mempunyai bisnis hoax dan haters juga. Jumlah yang banyak sekali yang beritanya atas nama kebenaran, politik dan kebencian diam-diam kita juga share.

Dari kasus saracen, dan interaksinya dengan dunia politik, tentu kita akan sangat sedih dan terluka. Jika hoax dan haters menjadi instrumen politik maka tingkat bahayanya berlipat lipat, politik itu banyak yang meyakini sebagai “kejam” walau kita tidak setuju dengan stigma bahwa “politik itu kejam”. Nampaknya pandangan saya berubah jiga politik menggunakan haters dan hoax sebagai proses memenangkan persaingan, maka tingkat kekejamannya sudah pada level biadab.

Telah terlampau banyak korban hoax dan haters juga meme meme stigmatik, telah begitu banyak hati terluka, mari berhenti latah memproduksi hoax, dan ujaran kebencian. Berhati-hati menshare status, situs web walaupun di dalamnya nampak sebagai perjuangan menegakkan kebenaran, karena jangan-jangan kita hanya dimanfaatkan sebagai agen gratisan untuk menebar kebencian. Data jumlah artikel dan jumlah share artikel, mungkin kita salah satu yang menshare berita kebencian dan hoax itu, akan menjadi nilai jual besar dalam bisnis ini. Jadi kata-kata “viralkan”, dalam beberapa hal dapat dibaca “semakin diviralkan semakin besar penghasilan produsen hoax dan ujaran kebencian.
Selamat menjadi merdeka dari hoax dan ujaran kebencian

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *