Keseruan ngajar software desa di Papua (bagian 1)

WhatsApp Image 2017-08-15 at 14.41.47

Rasanya papua tidak ada habisnya untuk dibicarakan pesonanya. Biak diantara salah satu pesona papua yang akan sangat mengesankan. Bagi para pecinta laut, maka akan ditemui air laut yang bening hampir di seluruh penjuru biak. Kemana pun kaki melangkah, kau akan disapa air yang jernih kebiruan, kadang kehijauan, selalu ingin menyebur berkali kali sepanjang hari.  Laut adalah anugerah terindah di Biak Numfor, selain bening di dalamnya kaya berbagai jenis ikan laut yang menjadi surga bagi para penikmat sea food.

WhatsApp Image 2017-08-15 at 12.33.00

Tim klikdesa.com berkesempatan mengunjungi Kabupaten Biak Numfor  beberapa bulan menjelang Akhir Tahun 2016. Dari Jakarta transit di Makasar dan kemudian di lanjutkan ke Biak dengan penerbangan malam selama kurang lebih 3 jam dari makasar. Pada saat akan mendarat di Bandar  Udara Frans Kaisefo di bawah terlihat warna laut di pagi hari seputar bandara sungguh memukau, belakang baru tahu bahwa laut itu di sekitar lantamal biak memang salah satu spot yang dipakai untuk wisata warga di sana, orang menyebutnya adalah water basis, wisata renang yang terletak di daerah lantamal AL.

Pelatihan aplikasi desa yang akan kami laksanakan salah satunya di Kecamatan (Distrik) Biak Utara, Kecamatan biak utara berjarak sekitar 60 KM dari kota biak ke arah Kabupaten Supiori (dulunya masih termasuk kabupaten Biak Numfor yang kemudian memisahkan diri).  Distrik biak utara terdiri dari 16 kampung, agak susah untuk mengingat nama kampungnya, yang masih diingat adalah kampung  Korem, Kampung Rosayendi,Kampung Nermnu, Kampung Yobdi, dan beberapa kampung lainnya.

Menyanyikan Mars Papua

Setelah sesi berdoa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, tibalah kami semua diminta menyanyikan lagu mars papua, liriknya tentang kekayaan alam papua, tentang lembah dan gunung, tentang sungai yang mengalirkan emas, rasanya merinding menghayati lirik dan spirit lagu mars papua, terlibat secara fisik dan emosional.  Mars papua semacam lagu pengikat bathin dan pikiran mereka, membuat pelatihan aplikasi desa kami serasa berbeda.

Spirit Peserta yang Luar Biasa

Peserta pelatihan sekitar 36 orang dibagi atas dua ruangan, saya mengisi di ruangan yang satu bersama rekan saya Eki Lutfi, dan Agus Suryana dan Rekan Riza di ruangan sebelahnya. Maklum kondisi darurat karena Kantor Distrik Biak Utara baru yang ada aulanya masih dalam proses pembangunan.  Salah satu peserta ada yang berusia di atas 60 tahun, namanya pak Djarum pensiunan guru, beliau masih semangat, sebagian peserta lagi sudah tidak muda lagi tetapi semuanya sangat antusias belajar aplikasi desa, dengan sabar mengikuti pelatihan yang cukup “berat” dua hari berturut-turut.

Shalat di Atas Mobil Bak Terbuka

WhatsApp Image 2017-08-15 at 12.33.03

Kebetulan waktu ashar sudah mendekati magrib, setelah pelatihan kami tidak sempat ke mesjid terdekat sekitar 1 KM, jadi kami shalat di atas bak mobil saja.  Kebetulan di dalam kecamatan ruangannya dipakai pelatihan, jadi paling simpel adalah shalat di atas bak mobil, karena di papua kami selalu membawa satu dirijen bersih lengkap dengan sajadahnya.

Keakraban yang Tulus

Dua hari selesai, setelah pelatihan beberapa peserta masih datang konsultasi ke kostan kami di Biak, rela datang menggunakan motor selama 2 jam untuk pendalaman software, di saat lain kami diundang secara khusus untuk diajak makan di pinggir pantai  nan jernih dan elok. Pak Desa (sebutan kepala desa) menyambut kami dengan  menu ayam kampung, lalapan, dan banyak makanan tradisional yang disuguhkan kepada kami. Keramahtamahan, alam yang indah, pembangunan desa, dan keseruan pelatihan menjadi catatan yang akan selalu kami kenang di biak utara.

 

Oleh Aa Subandoyo.

#software_desa #apllikasi_desa #pesona_papua #pantai_papua

 

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *