Desa Wisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

87citarum

Saya mulai memahami konsep dan istilah “desa wisata” ketika teman saya, Irma Purnamasari mempresentasikan tugas kuliah manajemen komunikasi bisnis di pascasarjana beberapa tahun yang lalu.


Saat itu Teh Irma (panggilan akrabnya) menjelaskan bahwa pariwisata berbasis masyarakat merupakan sebuah pendekatan pemberdayaan yang melibatkan dan meletakkan masyarakat sebagai pelaku penting serta peluang untuk menggerakkan segenap potensi dan dinamika masyarakat. Artinya, di tengah kondisi desa di Indonesia yang masih terpinggirkan dari segi pembangunan dan sumber daya manusia, maka konsep desa wisata bisa dijadikan alternatif pengembangan dan pembangunan desa. Dengan konsep desa wisata, setiap desa dapat menggali potensi dan keunikan desanya sendiri serta mengelolanya menjadi sumber pendapatan desa, tentu sebagai ujung tombaknya adalah pemberdayaan potensi masyarakat.
Salah satu desa yang dijadikan sampel oleh Teh Irma adalah Desa Mekar Jaya, Kecamatan Arjarsari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Cukup berkesan menurut saya. Karena dengan menerapkan konsep “desa wisata”, desa Mekar Jaya dapat mengelola potensi alamnya dengan beragam wisata yang ditawarkan seperti; sungai & konservasi bambu, peternakan dusun, camping ground, saung kuliner, kerajinan bambu/merchindise, paket oleh-oleh, kedai kopi, green tour, paket gathering, silvikultur & persemaian (penelitian ilmiah), wisata mancing, poskedes, dll.
Selain Desa Mekar Jaya yang dijadikan sampel oleh Teh Irma, ada juga beberapa desa di Bandung yang sudah menerapkan konsep desa wisata, di antaranya;
Desa Alamendah, Kec. Rancabali; Desa Gambung, Kec. Pasirjambu; Desa Panundaan, Kec. Ciwidey; Desa Lebakmuncang, Kec. Ciwidey; Desa Lamajang, Kec. Pangalengan; Kelurahan Jelekong, Kec. Baleendah; Desa Ciburial, Kec. Cimenyan; Desa Cinunuk, Kec. Cileunyi; Desa Laksana, Kec. Ibun, Desa Rawabogo, Kec. Ciwidey. (www.pikiran-rakyat.com)
Nah, bagaimana dengan desa Anda?
(M. Dzanuryadi)

Please follow and like us:
0

2 thoughts on “Desa Wisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *